Memupuk Karakter Generasi Muda: Tradisi Deresan Yasin dan Dzikir Jumat Pagi di SMPN 1 Mirit
Memupuk Karakter Generasi Muda: Tradisi Deresan Yasin dan Dzikir Jumat Pagi di SMPN 1 Mirit
KEBUMEN — Suasana Jumat pagi di SMP Negeri 1 Mirit terasa berbeda dari biasanya. Sebelum dering bel pelajaran pertama berbunyi, ratusan siswa kelas 7, 8, dan 9 berkumpul dengan tertib di Lapangan Basket sekolah. Berbekal buku Surat Yasin di tangan, para siswa bersiap mengikuti rangkaian agenda rutinitas spiritual bertajuk Program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) melalui Pendalaman Kitab Suci.
Tidak sekadar membaca teks, program ini mengusung fondasi niat yang ditanamkan kepada para siswa melalui ungkapan bahasa lokal: "Niat ingsun ngibadah krono Alloh Tangaalaa" (Niat saya beribadah karena Allah Ta'ala). Pendekatan kultural dan keagamaan ini menjadi sarana intervensi perilaku yang efektif untuk membentuk kedisiplinan, rasa empati, serta solidaritas sosial antar siswa.
Melalui kegiatan Tadarus Al-Qur'an, Dzikir, dan Doa bersama ini, SMPN 1 Mirit tidak hanya berfokus pada capaian akademik intelektual (intelligence quotient), tetapi juga secara aktif membangun ekosistem sekolah yang berkarakter, berbudaya, dan berakhlak mulia secara berkelanjutan.




Comments
Post a Comment